Cara mengurus BPJS dari Perusahaan ke Mandiri #Dirumahsaja

in so you know

Halo teman-teman. Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. Hari ini kita sudah memasuki bulan ke-8 dalam masa pandemi. Tren positivity rate kita sampai hari ini juga masih terus menanjak, sama sekali belum pernah melandai. Oleh karenanya, kita tetap harus mengurangi kemungkinan berinteraksi dengan banyak orang di ruang tertutup, selalu jaga jarak dan pakai masker. Juga jangan lupa cuci tangan.

Nah, tapi mungkin ada banyak yang mengalami seperti saya, terutama terkait dengan status pekerjaan dan kemudian menyangkut pula urusan BPJS Kesehatan.

Jadi, saya termasuk salah satu dari sekian banyak pekerja di negeri ini yang mau tidak mau harus kehilangan pekerjaan, sementara sebelumnya sempat terdaftar sebagai karyawan, meskipun karyawan kontrak. Sebagai bagian dari kewajiban perusahaan, maka seluruh karyawan kemudian harus didaftar kepesertaan BPJSnya. Saya yang sebelumnya sudah terdaftar sebagai peserta mandiri, kemudian jadi berubah menjadi karyawan perusahaan.

Setelah status karyawan hilang, alias tidak lagi bekerja di perusahaan, ternyata status kartu BPJS kita tidak serta merta berubah kembali menjadi mandiri. Oleh karenanya, kita harus mengurus perubahan status ini ke kantor BPJS. Tapi bagaimana dengan pandemi? Tenang, sekarang lebih gampang kok.

Pertama yang harus dipastikan adalah statusmu di BPJS sudah non-aktif sebagai karyawan. Melalui aplikasi Mobile JKN, kita bisa melihat hal ini dari menu “Peserta”. Di aplikasi saya, tertulisnya “Peserta keluar atas kemauan sendiri”. Jika sudah begini, maka status keanggotaan kita menjadi non-aktif.

Bagaimana jika status belum non-aktif? Ya artinya kamu masih terdaftar sebagai karyawan. Kamu bisa minta ke HRD kantor untuk menonaktifkan status kepesertaanmu.

Untuk mengubah status (perusahaan ke mandiri) ini, sebenarnya di aplikasi Mobile JKN sudah ada fasilitasnya, yaitu melalui menu “Ubah Data Peserta” di sub menu “Segmen”. Namun ternyata submenu ini hanya ada di android, versi aplikasi Mobile JKN 2.12.0 ke atas. Sementara saya pakai iOS, dimana masih mandeg di versi 2.3.0.

Saya sudah coba sih, pinjam hp android lalu menginstall mobile jkn terbaru. Namun setelah saya login, saya tidak bisa mengakses laman “Ubah Data Peeserta”. Laman itu kosong saja tidak ada isinya. Saya pikir masalah koneksi internet, tetapi ternyata bukan, karena saya sudah coba-coba juga dengan berbagai koneksi dan membandingkan tampilan.

Pilihannya kemudian mengurus ke kantor BPJS. Demi #dirumahsaja ternyata BPJS sudah ada kebijakan, kita bisa mengurus melalui whatsapp, namanya PANDAWA. Carilah nomor whatsapp untuk PANDAWA di wilayahmu, atau jika tidak bisa menemukan, kamu bisa telfon ke layanan BPJS Care Center 1-500-400.

Setelah mendapatkan nomor PANDAWA dan mengontak, kamu akan diminta mengisi begini:

KODE JENIS LAYANAN
A. Pendaftaran Baru Peserta PBPU (Mandiri)
B. Perubahan Susunan Anggota Keluarga (Tambah/Kurang) sesuai Data Dukcapil
C. Daftar Bayi Baru Lahir
D. Perubahan Jenis Kepesertaan dengan status awal nonaktif dan akan diubah ke status aktif
E. Perubahan Data Identitas (NIK, Alamat, Tanggal Lahir) sesuai data Dukcapil
F. Ubah Data Golongan dan Gaji Peserta PNS
G. Ubah Faskes Tingkat Pertama (FKTP) Peserta TNI, POLRI, PBI
H. Penonaktifan Peserta Meninggal
I. Perbaikan Data Ganda
J. Pengaktifan Kembali Kartu anak usia 21 tahun sd 25 tahun yang masih kuliah

Untuk melanjutkan layanan, mohon mengisi format:
[NamaPelapor-NamaPeserta-No.KartuBPJS atau No.KTP- No.hpPeserta yang bisa dihubungi melalui WHATSAPP-JenisKodeLayanan-Wilayah (Sleman/Kulon Progo)]
Contoh: AGUS-AMEL-0001234567890-08110000000-E-Sleman

Pilihlah A atau D. Aku sih pilih D, karena kupikir statusku saja yang jadi non aktif. Setelahnya, kamu akan dikasih nomor petugas yang akan khusus melayanimu. Tidak perlu kamu kontak, petugas itu yang akan mengontakmu.

Seperti sudah bisa saya duga, petugas pasti akan mengarahkan agar menggunakan aplikasi saja. Tidak masalah, tunjukkan saja jika memang aplikasimu tidak bisa. Nah, setelah itu dia akan menyiapkan form untuk kita isi, tapi sebelumnya akan meminta kita mengirim seperti ini:

Untuk melanjutkan layanan pendaftaran baru peserta PBPU/ Pekerja Mandiri harap Peserta menyiapkan persyaratan:

Foto selfie dengan menunjukkan KTP di samping wajah (pastikan seluruh wajah terlihat tanpa menggunakan masker / kacamata hitam / topi)

Foto Kartu Keluarga

Foto Buku Rekening Bank BRI/BNI/BCA/MANDIRI
Persyaratan tersebut paling lambat dikirim pukul 11.00 hari ini melalui Whatsapp. Terimakasih

Oh iya, pas bagian ini, kamu bisa taruh WATERMARK di fotomu. Tidak masalah kok. Di foto yang aku kirim, semua aku kasih tulisan besar-besar dan melintang foto dengan kata-kata “Foto ini hanya untuk mengurus BPJS”. Atau bisa juga pakai kata BPJS berulang-ulang. Taruh di atas informasi penting di foto, kasih opacity kecil saja yang penting terbaca tapi tidak sampai membuat info utama (nomor, nama, wajah, dll) jadi tidak terbaca. Fungsinya apa? Supaya kalau foto kita entah gimana sampai dipakai untuk pinjol misalnya, kita bisa tahu foto itu didapat dari mana.

Oke, lanjut. Setelah itu kita akan dikasih Google Form untuk kita isi. Ikuti saja langkah di situ, dan pilih “Pembuatan akun baru”. Iya, ternyata kita jadi harus mengajukan bikin baru.

Isikan data selanjutnya, termasuk pilihan kelas dan faskes tingkat 1. Oh iya, yang paling penting, pilih status kepersetaan mandiri ya. Form yang kudapatkan rada aneh, ada opsi yang kosong, ada form yang dobel, tapi sebagai anak penurut, saya isi saja.

Setelah selesai, langsung kabarkan ke petugas yang tadi menghubungi kita. Tanpa menunggu lama, kartu kita akan diproses. Nomor kartu lama kita tetap sama, tapi status sudah berubah. Aplikasi Mobile JKN juga bisa dipakai kembali.

Begitu teman-teman, semoga membantu.

Semoga sehat selalu, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker.